Rabu, 27 September 2017

AUTOBIOGRAFI



AUTOBIOGRAFI
Laskar Kime 2017
SALAM KIME
1. Sapaanku
                Assalamualaikum kawan, namaku Lita Citra Dewi. Orang lain biasa menyapaku Lita, namun sahabat sahabatku sering kali menggodaku dengan memanggilku “Barbie”, iya panggilan yang menurutku terlalu lucu. Sapaan itu aku dapat ketika aku duduk dikelas XI. Kala itu aku sering menyebut kakiku mirip dengan kaki tokoh Barbie yang ada di televisi. Hingga pada akhirnya teman-teman kelas, teman kos, sampai bapak ibu guru menyapaku dengan sebutan Barbie.

2. Tempat pertamaku menemukan cinta
Aku lahir dari keluarga sederhana di salah satu desa terpencil namun sangat melekat dalam benakku dimanapun aku berada. 14 Januari 1999 yang lalu aku lahir dari seorang perempuan luar biasa hebat, luar biasa kuat, dan luar biasa sabar, beliau adalah ibu Sulasmi. Sosok yang sangat sensitif tentang penampilanku. Aku selalu menuruti dan setuju dengan pilihan baju dan makanan malaikatku yang satu ini. Apapun yang dipilihkan beliau untukku rasanya selalu tepat melekat ditubuhku, akupun tak tahu kenapa hal ini bisa terjadi berkali kali.
Malaikatku yang kedua adalah ayahku, iya namanya adalah bapak Lasmijan. Sosok yang begitu bertanggung jawab terhadap keluarga. Ketika aku sakit, beliaulah orang nomor satu yang akan menanyaiku tentang makanan kesukaanku yaitu nasi goreng. Sebagai seorang anak tunggal, tidak lantas membuatku manja kepada orang tuaku. Justru aku semakin semangat untuk menggapai cita citaku. Karena cita cita terbesarku adalah membuat bangga orang tuaku. Sebenarnya aku masih mempunyai satu lagi malaikat dalam hidupku. Beliau adalah nenekku, aku biasa menyapanya embah. Beliau selalu puasa senin kamis untukku. Kasihnya begitu tulus kurasakan. Aku beruntung sekali bisa merasakan cinta dari keluarga kecilku. Aku sadar materi tidak akan mengalahkan cinta dan ketulusan sayang yang mereka berikan kepadaku. 

3. Riwayat Pendidikan
Taman kanak-kanak kudur adalah tempat pertama aku mengenal baca dan tulis. Dari kecil aku sudah sangat atraktif dan mudah bergaul dengan teman-teman sebayaku. Setelah belajar di taman kanak-kanak, aku menempuh pendidikan di SD Negeri Kudur. Disinilah aku mulai mengerti kepemimpinan. Dan disinilah aku pertama kali menyumbang piala untuk sekolah. Alhamdulillah lima piala sudah kupersembahkan untuk sekolah ini. Kemudian aku melanjutkan mencari ilmu di Madrasah Tsanawiyah Negeri Winong. Aku begitu merasakan ketenangan belajar disini, aku begitu tenang karena aku mengenal banyak sekali ilmu agama. Madrasah ini mengajarkanku indahnya dekat dengan Allah, meski sosok pertama yang mengenalkan agama kepadaku adalah keluargaku. SMK Negeri 1 pati adalah tempatku menghabiskan masa putih abu-abu, disini aku juga belajar mandiri dan jauh dari orang tua. Dan sekarang aku berada di jenjang yang lebih tinggi karena telah berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Semarang.
Oleh karena itu aku berjanji pada diriku sendiri akan selalu memberikan yang terbaik, suatu saat nanti aku ingin sekali memboyong keluarga kecilku ke Semarang untuk menghadiri acara sakral wisudaku, amiiiinn.

4. Tentang “Pangeran Biru” yang membuatku terkesima
Pangeran biru adalah julukan yang sangat tepat disandangkan untuk Persib Bandung. Awal mula aku begitu mencintai Persib adalah ketika ayahku menonton bola, kala itu aku masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar. Sejak melihatnya aku langsung jatuh hati. Maung Bandung adalah hal yang berarti bagiku. Melihatnya bermain di lapangan hijau membuatku tersenyum bangga. Febri Hariyadi adalah pemain favoritku, selain parasnya yang rupawan, gaya main dan skill menggocek bola yang dimilikinnya membuatku semakin menjerit histeris. Totalitas dan loyalitasku pada tim ini akan kujaga hingga aku sukses nanti. Aminn
 Namun sayangnya aku belum pernah menginjakan kakiku di Stadion Si Jalak Harupat ataupun Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Mungkin suatu saat nanti aku berkesempatan melihat dua stadion megah tersebut. Saya sadar bahwa mendukung tidak hanya melibatkan mata, namun juga hati dan perasaan. 

5.Impian yang harus aku wujudkan
Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak memiliki angan dan cita-cita. Impianku begitu banyak untuk kutulis disini. Impian terbesarku adalah bisa bersama sama semua keluarga ke Tanah Suci dengan biaya dariku. Aku ingin sekali menjadi tamu Allah di Baitullah Makkah. Aku ingin melanjutkan study S2 dengan mendapat beasiswa, karena aku sadar ayah dan ibuku bukanlah konglomerat, maka aku harus berjuang sekuat tenaga untuk merealisasikan mimpiku yang satu ini. Aku ingin suatu saat nanti aku bisa lulus cepat dengan predikat cumloud. Semoga suatu saat nanti bisa mengenyam pendidikan di California University di LA.
Pengusaha muda yang sukses adalah sosok yang begitu aku impikan dari dulu, pengusaha muda yang sekaligus seorang hafidzah adalah impianku yang selalu aku lantunkan disetiap akhir sujudku dan semoga terwujud, aminnnn. Aku harus kerja keras dari sekarang untuk mewujudkan satu per satu impiannku tersebut.
Terima kasih, Semoga menginspirasi ya sobat. Ingatlah bahwa kesuksesan tidak datang dari kapasitas fisik, tetapi dari kemauan keras. Jika kamu percaya, kamu pasti akan mendapatkannya.

SALAM KIME

Tidak ada komentar:

Posting Komentar