AUTOBIOGRAFI
Laskar Kime 2017
SALAM KIME
1. Sapaanku
Assalamualaikum kawan, namaku
Lita Citra Dewi. Orang lain biasa menyapaku Lita, namun sahabat sahabatku
sering kali menggodaku dengan memanggilku “Barbie”, iya panggilan yang
menurutku terlalu lucu. Sapaan itu aku dapat ketika aku duduk dikelas XI. Kala itu
aku sering menyebut kakiku mirip dengan kaki tokoh Barbie yang ada di televisi.
Hingga pada akhirnya teman-teman kelas, teman kos, sampai bapak ibu guru
menyapaku dengan sebutan Barbie.
2. Tempat pertamaku
menemukan cinta
Aku lahir dari keluarga sederhana
di salah satu desa terpencil namun sangat melekat dalam benakku dimanapun aku
berada. 14 Januari 1999 yang lalu aku lahir dari seorang perempuan luar biasa
hebat, luar biasa kuat, dan luar biasa sabar, beliau adalah ibu Sulasmi. Sosok
yang sangat sensitif tentang penampilanku. Aku selalu menuruti dan setuju
dengan pilihan baju dan makanan malaikatku yang satu ini. Apapun yang
dipilihkan beliau untukku rasanya selalu tepat melekat ditubuhku, akupun tak
tahu kenapa hal ini bisa terjadi berkali kali.
Malaikatku yang kedua adalah
ayahku, iya namanya adalah bapak Lasmijan. Sosok yang begitu bertanggung jawab
terhadap keluarga. Ketika aku sakit, beliaulah orang nomor satu yang akan
menanyaiku tentang makanan kesukaanku yaitu nasi goreng. Sebagai seorang anak
tunggal, tidak lantas membuatku manja kepada orang tuaku. Justru aku semakin
semangat untuk menggapai cita citaku. Karena cita cita terbesarku adalah
membuat bangga orang tuaku. Sebenarnya aku masih mempunyai satu lagi malaikat
dalam hidupku. Beliau adalah nenekku, aku biasa menyapanya embah. Beliau selalu
puasa senin kamis untukku. Kasihnya begitu tulus kurasakan. Aku beruntung
sekali bisa merasakan cinta dari keluarga kecilku. Aku sadar materi tidak akan
mengalahkan cinta dan ketulusan sayang yang mereka berikan kepadaku.
3. Riwayat Pendidikan
Taman kanak-kanak kudur adalah
tempat pertama aku mengenal baca dan tulis. Dari kecil aku sudah sangat
atraktif dan mudah bergaul dengan teman-teman sebayaku. Setelah belajar di
taman kanak-kanak, aku menempuh pendidikan di SD Negeri Kudur. Disinilah aku
mulai mengerti kepemimpinan. Dan disinilah aku pertama kali menyumbang piala
untuk sekolah. Alhamdulillah lima piala sudah kupersembahkan untuk sekolah ini.
Kemudian aku melanjutkan mencari ilmu di Madrasah Tsanawiyah Negeri Winong. Aku
begitu merasakan ketenangan belajar disini, aku begitu tenang karena aku
mengenal banyak sekali ilmu agama. Madrasah ini mengajarkanku indahnya dekat dengan Allah, meski sosok pertama yang mengenalkan agama kepadaku adalah keluargaku. SMK Negeri 1 pati adalah tempatku
menghabiskan masa putih abu-abu, disini aku juga belajar mandiri dan jauh
dari orang tua. Dan sekarang aku berada di jenjang yang lebih tinggi karena
telah berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Semarang.
Oleh karena itu aku berjanji pada
diriku sendiri akan selalu memberikan yang terbaik, suatu saat nanti aku ingin
sekali memboyong keluarga kecilku ke Semarang untuk menghadiri acara sakral
wisudaku, amiiiinn.
4. Tentang “Pangeran
Biru” yang membuatku terkesima
Pangeran biru adalah julukan yang
sangat tepat disandangkan untuk Persib Bandung. Awal mula aku begitu mencintai
Persib adalah ketika ayahku menonton bola, kala itu aku masih duduk di kelas 6
Sekolah Dasar. Sejak melihatnya aku langsung jatuh hati. Maung Bandung adalah
hal yang berarti bagiku. Melihatnya bermain di lapangan hijau membuatku
tersenyum bangga. Febri Hariyadi adalah pemain favoritku, selain parasnya yang
rupawan, gaya main dan skill menggocek bola yang dimilikinnya membuatku semakin
menjerit histeris. Totalitas dan loyalitasku pada tim ini akan kujaga hingga aku sukses nanti. Aminn
Namun sayangnya aku belum pernah menginjakan
kakiku di Stadion Si Jalak Harupat ataupun Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Mungkin suatu saat nanti aku berkesempatan melihat dua stadion megah tersebut.
Saya sadar bahwa mendukung tidak hanya melibatkan mata, namun juga hati dan
perasaan.
5.Impian yang harus aku
wujudkan
Tidak ada manusia di dunia ini
yang tidak memiliki angan dan cita-cita. Impianku begitu banyak untuk kutulis
disini. Impian terbesarku adalah bisa bersama sama semua keluarga ke Tanah Suci
dengan biaya dariku. Aku ingin sekali menjadi tamu Allah di Baitullah Makkah.
Aku ingin melanjutkan study S2 dengan mendapat beasiswa, karena aku sadar ayah
dan ibuku bukanlah konglomerat, maka aku harus berjuang sekuat tenaga untuk
merealisasikan mimpiku yang satu ini. Aku ingin suatu saat nanti aku bisa lulus
cepat dengan predikat cumloud. Semoga suatu saat nanti bisa mengenyam
pendidikan di California University di LA.
Pengusaha muda yang sukses adalah sosok
yang begitu aku impikan dari dulu, pengusaha muda yang sekaligus seorang
hafidzah adalah impianku yang selalu aku lantunkan disetiap akhir sujudku dan semoga terwujud, aminnnn. Aku harus kerja keras
dari sekarang untuk mewujudkan satu per satu impiannku tersebut.
Terima kasih, Semoga menginspirasi ya sobat. Ingatlah bahwa
kesuksesan tidak datang dari kapasitas fisik, tetapi dari kemauan keras. Jika kamu percaya, kamu pasti akan mendapatkannya.
SALAM KIME
Tidak ada komentar:
Posting Komentar