Tema
: Ekonomi
JUDUL ESAI
MAMBU(MANISNYA BAMBU) : PEMANFAATAN
BAMBU MENJADI KERAJINAN YANG UNIK GUNA MEWUJUDKAN MASYARAKAT MANDIRI EKONOMI DI
DESA PULOREJO KABUPATEN PATI
Disusun Oleh:
Lita Citra Dewi NIM
: 7101417191/2017
Diajukan untuk memenuhi tugas
KIME (Komunitas Ilmiah Mahasiswa
Ekonomi)
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2017
JUDUL ESAI
MAMBU(MANISNYA BAMBU) : PEMANFAATAN
BAMBU MENJADI KERAJINAN YANG UNIK GUNA MEWUJUDKAN MASYARAKAT MANDIRI EKONOMI DI
DESA PULOREJO KABUPATEN PATI
Lita Citra Dewi
Universitas Negeri Semarang
Kondisi Bambu di Desa Pulorejo Kabupaten Pati
Indonesia dianugerahi
Tuhan dengan kekayaan alam yang begitu banyak. Bahkan Sumber Daya Alam
Indonesia adalah yang terkaya nomor dua di dunia. Setiap kekayaan Indonesia
perlu dikembangkan dan diberdayakan. Salah satu hasil alam Indonesia ynag
berkualitas ekspor adalaah bambu. Selain memiliki fungsi ekologi yang baik,
bambu juga dapat dimanfaatkan menjadi alat musik ataupun bahan bangunan. Bambu
merupakan komoditas alam Indonesia yang keberadaannya banyak ditemukan di
wilayah Indonesia, khususnya di Desa Pulorejo Kecamatan Winong Kabupaten Pati.
Sebagai desa sentra bambu, Pulorejo memiliki banyak bambu dengan kualitas yang
baik. Bahkan Pulorejo dikenal di Kabupaten Pati sebagai penghasil bambu
kualitas unggul. Namun, sayangnya masyarakat sekitar kurang mampu memanfaatkan
melimpahnya bambu di desa tersebut. Kurangnya pengetahuan mengenai cara
mengolah bambu menjadi barang bernilai ekonomi adalah salah satu penyebab
terbengkalainya bambu di Desa Pulorejo.
Populasi
bambu yang banyak di D esa Pulorejo tidak
diimbangi dengan kreatifitas dalam mengubahnya menjadikan bambu tidak menjadi
sumber pendapatan masyarakat sekitar, tetapi malah menjadi sumber sampah.
Inilah yang menjadi latar belakang masih rendahnya penghasilan masyarakat di
desa Pulorejo Kabupaten Pati. Masyarakat Desa Pulorejo Kabupaten Pati lebih
banyak memilih untuk bekerja sebagai pedagang dan petani dibandingkan dengan
bekerja sebagai pengrajin. Hal ini disebabkan karena minimnya tingkat
kreatifitas.
Kreatifitas dan inovasi untuk melakukan
perubahan untuk menyongsong Indonesia raksasa ekonomi 2050 bisa diwujudkan
dalam pemberdayaan ekonomi yang dimulai dari usaha usaha rumahan seperti
kerajinan tangan dari bambu. Membludaknya populasi bambu harus dibarengi dengan
ide-ide kreatif yang mampu mengubahnya menjadi barang dengan nilai ekonomi
tinggi. Mayarakat desa Pulorejo perlu dibimbing dan diberi pelatihan khusus
agar mampu dan terampil mengubah bambu menjadi sesuai dengan nilai guna tambah.
Hal ini sangat penting dilakukan mengingat banyak sekali potensi luar biasa
yang bisa didapat dari memanfaatkan bambu dari Desa Pulorejo tersebut. Bukan
tidak mungkin jika bambu diberdayakan, Pulorejo akan menjadi pusat oleh-oleh
kerajinan bambu.
Dengan pemanfaatn bambu secara kreatif,
maka bukanlah hal yang mustahil jika beberapa tahun kedepan Desa Pulorejo akan
menjadi desa dengan pusat kerajinan bambu di Jawa Tengah dan secara tidak
langsung penghasilan masyarakat Desa Pulorejo akan meningkat karena penjualan
kerajinan bambu.
Masyarakat desa Pulorejo khususnya di dukuh
Blibak adalah salah satu pengrajin tampah (sejenis alat untuk membersihkan
beras dari bambu) dan ekrak untuk membersihkan halaman. Padahal jika dilihat
secara lebih mendalam, jumlah bambu yang melimpah dapat dimanfaatkan menjadi
sesuatu hal yang bernilai jual dan estetika tinggi. Produk olahan lainnya dari
bambu yang menarik yaitu seperti lampion dan vas bunga dari bambu. Masyarakat di desa Pulorejo tersebut hanya
mempunyai keahlian membuat alat alat sederhana dari bambu yang didominasi oleh
para pengrajin lanjut usia sebagai penggerak. Oleh karena itu harus dapat
memotivasi generasi muda untuk melanjutkan produksi bambu dengan cara pelatihan
pembuatan kerajinan vas dan lampion dari bambu.
Masyarakat
desa Pulorejo umumya kurang memperhatikan masalah kerajinan dari bambu meskipun
populasi bambu yang ada di Desa Pulorejo sangat banyak dengan kualitas yang
mumpuni. Menurut pemaparan dari Miladia salah satu mahasiswa asal Pulorejo,
masyarakat sekitar lebih tertarik dengan bekerja sebagai petani dan pedagang
dibandingkan dengan membuat kerajinan-kerajinan dari bambu, selain memerlukan
waktu yang lama, pembuatan kerajinan bambu
juga hanya dimiliki oleh beberapa orang saja di Desa Pulorejo.
Masalah
selanjutnya yang menjadi penghambat peluang meroketnya kerajinan bambu asal
Pulorejo adalah area pasar yang hanya sebatas di dalam kabupaten Pati.
Masyarakat sekitar biasanya menjual hasil produk dengan memasarkannya di daerah
Kecamatan Winong atau paling jauh di Kabupaten Pati. Untuk hal keuntungan saja,
masyarakat hanya mendapatkan penghasilan yang sangat pas dengan kebutuhan
sehari hari. Padahal, jika banyaknya bambu dengan kualitas yang bagus tersebut
diolah menjadi kerajinan yang unik dan bernilai seni, bukan tidak mungkin jika
Pulorejo bukan hanya menjadi desa sentra bambu, namun juga desa dengan sentra
kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi dengan memanfaatkan bambu.
Potensi alam yang melimpah
dan juga potensi sumber daya manusia yang baik belum mampu dimanfaatkan menjadi
hal yang bernilai tambah di Desa Pulorejo Kecamatan Winong Kabupaten Pati.
Berbagai masalah ekonomi dan sosial muncul karena kurangnya pengetahuan
masyarakat sekitar tentang cara mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai
ekonomi. Oleh karena itu diperlukan pelatihan keterampilan mengolah bambu
menjadi kerajinan tangan yang unik yang dapat memberikan manfaat untuk
masyarakat sekitar.
Desa Pulorejo memiliki
jumlah Penduduk sampai dengan tahun 2015 adalah 2.645 jiwa. Jumlah rumah tangga
798 Keluarga dengan jumlah laki-laki 1.286 jiwa dan jumlah penduduk perempuan
sebanyak 1.359 jiwa. Secara terperinci jumlah penduduk menurut kelompok umur
dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut ini.
Tabel
1.1 Jumlah penduduk menurut kelompok umur Desa Pulorejo Kabuaten Pati
|
No
|
Kelompok Umur
|
Jumlah
|
Frekuensi (%)
|
|
1
|
0-4
|
141
|
5,33
|
|
2
|
5-9
|
179
|
6,77
|
|
3
|
10-14
|
186
|
7,03
|
|
4
|
15-24
|
302
|
11,38
|
|
5
|
25-34
|
324
|
12,25
|
|
6
|
35-44
|
323
|
12,21
|
|
7
|
45-54
|
348
|
13,16
|
|
8
|
55-64
|
384
|
16,3
|
|
9
|
65 +
|
358
|
15,57
|
|
|
JUMLAH
|
2545
|
100
|
Dengan keterampilan mengolah bambu
menjadi barang-barang kerajinan yang unik dapat mengurangi sampah bambu yang
ada di desa Pulorejo Kabupaten Pati, juga dapat menjadikan masyarakat yang
mandiri ekonomi dengan meningkatkan penghasilan masyrakat sekitar dari hasil
penjualan produk-produk kerajinan yang berasal dari bambu.
Berikut ini adalah beberapa kerajinan
dari bambu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan masyarakat
mandiri ekonomi di Desa Pulorejo Kabupaten Pa ti:
Tujuan Ditulisnya Essay ini yaitu
untuk memenuhi tugas dari KIME (Komunitas Ilmiah Mahasiswa Ekonomi) Selain itu
juga untuk memberikan wawasan serta membujuk masyarakat khusunya di Desa
Pulorejo Kabupaten Pati agar dapat memanfaatkan bambu dengan mengubahnya
menjadi barang kerajinan yang unik yang tentunya memiliki nilai ekonomi,
pemanfaatan bambu menjadi barang kerajinan ini tentunya dapat dikembangkan
sehingga akan memberikan feed back yang baik untuk memperbaiki keadaan ekonomi
yang ada di Desa Pulorejo pada khusunya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Adapun metode yang digunakan penulis
untuk menyusun essay ini adalah dengan metode persuasif, yaitu dengan membujuk
pembaca yaitu khusunya masyarakat Desa Pulorejo Kabupaten Pati agar tertarik
dengan potensi bambu yang melimpah ini. Karena pada dasarnya Indonesia memiliki
kekayaan yang sudah seyogyanya dimanfaatkan dengan baik guna mendorong atau
meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah dengan
pemanfaatan bambu menjadi aneka barang kerjinan yang unik dan bernilai jual.
Pihak-pihak yang terlibat dalam
penerapan essay diatas adalah masyarakat Desa Pulorejo Kabupaten Pati, Kepala
desa setempat dan beberapa perangkat desa.
Metode yang digunakan adalah
sosialisasi kepada masyarakat setempat tentang cara atau langkah-langkah
pembuatan kerajinan dari bambu. Kemudian praktek pembuatan kerajinan bambu.
Kemudian penulis akan melakukan tinjauan kembali kepada masyarakat setelah 2
bulan pensosialisasian .
Dari pemaparan diatas, masalah yang
seharusnya dituntaskan untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang ada di
Indonesia adalah tentang bagaimana menangani pengangguran dengan pemanfaatan
sesuatu yang ada di lingkungan sekitar, contohnya adalah pemanfaatan bambu di
Desa Pulorejo Kabupaten Pati sebagai desa sentra bambu menjadi berbagai
kerajinan yang unik dan bernilai ekonomi. Karena pada dasarnya peningkatan
pendapatan masyarakat akan meningkatkan pendapatan negara.
Saran
untuk generasi muda Indonesia adalah jangan pernah berhenti memunculkan inovasi
–inovasi baru yang mampu mengatasi berbagai permasalahan yang ada di lingkungan
masyarakat. Salah satunya adalah pemanfaatan bambu untuk pembuatan kerajinan
yang unik dan cantik guna meningkatkan penghasilan masyarakat sekitar,
khususnya desa Pulorejo Kabupaten Pati.
DAFTAR PUSTAKA
Pemanfaatan Bambu http://journal.ipb.ac.id/index.php/jmo/article/view/14158 Diambil hari sabtu tanggal 18 November 2017
Kerajinan tangan https://jurnal.ugm.ac.id/jae/article/viewFile/17271/11262 Diambil hari sabtu tanggal 18 November 2017
Nilai ekonomi bambu https://media.neliti.com/media/publications/29148-ID-nilai-ekonomi-total-sumberdaya-bambu-bambuseae-sp-di-kecamatan-sajira-kabupaten.pdf Diambil hari sabtu tanggal 18 November 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar