Jumat, 17 November 2017

Penugasan Esai Ekonomi KIME




Tema : Ekonomi



JUDUL ESAI
MAMBU(MANISNYA BAMBU) : PEMANFAATAN BAMBU MENJADI KERAJINAN YANG UNIK GUNA MEWUJUDKAN MASYARAKAT MANDIRI EKONOMI DI DESA PULOREJO KABUPATEN PATI



Disusun Oleh:
Lita Citra Dewi           NIM : 7101417191/2017



Diajukan untuk memenuhi tugas
KIME (Komunitas Ilmiah Mahasiswa Ekonomi)



UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2017


JUDUL ESAI
MAMBU(MANISNYA BAMBU) : PEMANFAATAN BAMBU MENJADI KERAJINAN YANG UNIK GUNA MEWUJUDKAN MASYARAKAT MANDIRI EKONOMI DI DESA PULOREJO KABUPATEN PATI


Lita Citra Dewi
Universitas Negeri Semarang

Kondisi Bambu di Desa Pulorejo Kabupaten Pati

       Indonesia dianugerahi Tuhan dengan kekayaan alam yang begitu banyak. Bahkan Sumber Daya Alam Indonesia adalah yang terkaya nomor dua di dunia. Setiap kekayaan Indonesia perlu dikembangkan dan diberdayakan. Salah satu hasil alam Indonesia ynag berkualitas ekspor adalaah bambu. Selain memiliki fungsi ekologi yang baik, bambu juga dapat dimanfaatkan menjadi alat musik ataupun bahan bangunan. Bambu merupakan komoditas alam Indonesia yang keberadaannya banyak ditemukan di wilayah Indonesia, khususnya di Desa Pulorejo Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Sebagai desa sentra bambu, Pulorejo memiliki banyak bambu dengan kualitas yang baik. Bahkan Pulorejo dikenal di Kabupaten Pati sebagai penghasil bambu kualitas unggul. Namun, sayangnya masyarakat sekitar kurang mampu memanfaatkan melimpahnya bambu di desa tersebut. Kurangnya pengetahuan mengenai cara mengolah bambu menjadi barang bernilai ekonomi adalah salah satu penyebab terbengkalainya bambu di Desa Pulorejo.

Populasi bambu yang banyak di D esa Pulorejo tidak diimbangi dengan kreatifitas dalam mengubahnya menjadikan bambu tidak menjadi sumber pendapatan masyarakat sekitar, tetapi malah menjadi sumber sampah. Inilah yang menjadi latar belakang masih rendahnya penghasilan masyarakat di desa Pulorejo Kabupaten Pati. Masyarakat Desa Pulorejo Kabupaten Pati lebih banyak memilih untuk bekerja sebagai pedagang dan petani dibandingkan dengan bekerja sebagai pengrajin. Hal ini disebabkan karena minimnya tingkat kreatifitas.

       Kreatifitas dan inovasi untuk melakukan perubahan untuk menyongsong Indonesia raksasa ekonomi 2050 bisa diwujudkan dalam pemberdayaan ekonomi yang dimulai dari usaha usaha rumahan seperti kerajinan tangan dari bambu. Membludaknya populasi bambu harus dibarengi dengan ide-ide kreatif yang mampu mengubahnya menjadi barang dengan nilai ekonomi tinggi. Mayarakat desa Pulorejo perlu dibimbing dan diberi pelatihan khusus agar mampu dan terampil mengubah bambu menjadi sesuai dengan nilai guna tambah. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat banyak sekali potensi luar biasa yang bisa didapat dari memanfaatkan bambu dari Desa Pulorejo tersebut. Bukan tidak mungkin jika bambu diberdayakan, Pulorejo akan menjadi pusat oleh-oleh kerajinan bambu.

       Dengan pemanfaatn bambu secara kreatif, maka bukanlah hal yang mustahil jika beberapa tahun kedepan Desa Pulorejo akan menjadi desa dengan pusat kerajinan bambu di Jawa Tengah dan secara tidak langsung penghasilan masyarakat Desa Pulorejo akan meningkat karena penjualan kerajinan bambu. 

          Masyarakat desa Pulorejo khususnya di dukuh Blibak adalah salah satu pengrajin tampah (sejenis alat untuk membersihkan beras dari bambu) dan ekrak untuk membersihkan halaman. Padahal jika dilihat secara lebih mendalam, jumlah bambu yang melimpah dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu hal yang bernilai jual dan estetika tinggi. Produk olahan lainnya dari bambu yang menarik yaitu seperti lampion dan vas bunga dari bambu.  Masyarakat di desa Pulorejo tersebut hanya mempunyai keahlian membuat alat alat sederhana dari bambu yang didominasi oleh para pengrajin lanjut usia sebagai penggerak. Oleh karena itu harus dapat memotivasi generasi muda untuk melanjutkan produksi bambu dengan cara pelatihan pembuatan kerajinan vas dan lampion dari bambu.                  
 Masyarakat desa Pulorejo umumya kurang memperhatikan masalah kerajinan dari bambu meskipun populasi bambu yang ada di Desa Pulorejo sangat banyak dengan kualitas yang mumpuni. Menurut pemaparan dari Miladia salah satu mahasiswa asal Pulorejo, masyarakat sekitar lebih tertarik dengan bekerja sebagai petani dan pedagang dibandingkan dengan membuat kerajinan-kerajinan dari bambu, selain memerlukan waktu yang lama, pembuatan kerajinan bambu  juga hanya dimiliki oleh beberapa orang saja di Desa Pulorejo. 

Masalah selanjutnya yang menjadi penghambat peluang meroketnya kerajinan bambu asal Pulorejo adalah area pasar yang hanya sebatas di dalam kabupaten Pati. Masyarakat sekitar biasanya menjual hasil produk dengan memasarkannya di daerah Kecamatan Winong atau paling jauh di Kabupaten Pati. Untuk hal keuntungan saja, masyarakat hanya mendapatkan penghasilan yang sangat pas dengan kebutuhan sehari hari. Padahal, jika banyaknya bambu dengan kualitas yang bagus tersebut diolah menjadi kerajinan yang unik dan bernilai seni, bukan tidak mungkin jika Pulorejo bukan hanya menjadi desa sentra bambu, namun juga desa dengan sentra kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi dengan memanfaatkan bambu.

                      Potensi alam yang melimpah dan juga potensi sumber daya manusia yang baik belum mampu dimanfaatkan menjadi hal yang bernilai tambah di Desa Pulorejo Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Berbagai masalah ekonomi dan sosial muncul karena kurangnya pengetahuan masyarakat sekitar tentang cara mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Oleh karena itu diperlukan pelatihan keterampilan mengolah bambu menjadi kerajinan tangan yang unik yang dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar.

                      Desa Pulorejo memiliki jumlah Penduduk sampai dengan tahun 2015 adalah 2.645 jiwa. Jumlah rumah tangga 798 Keluarga dengan jumlah laki-laki 1.286 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 1.359 jiwa. Secara terperinci jumlah penduduk menurut kelompok umur dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut ini.

Tabel 1.1 Jumlah penduduk menurut kelompok umur Desa Pulorejo Kabuaten Pati
No
Kelompok Umur
Jumlah
Frekuensi (%)
1
0-4
141
5,33
2
 5-9
179
6,77
3
 10-14
186
7,03
4
15-24
302
11,38
5
25-34
324
12,25
6
35-44
323
12,21
7
45-54
348
13,16
8
55-64
384
16,3
9
65 +
358
15,57

JUMLAH
2545
100
           


           




    






      Dengan keterampilan mengolah bambu menjadi barang-barang kerajinan yang unik dapat mengurangi sampah bambu yang ada di desa Pulorejo Kabupaten Pati, juga dapat menjadikan masyarakat yang mandiri ekonomi dengan meningkatkan penghasilan masyrakat sekitar dari hasil penjualan produk-produk kerajinan yang berasal dari bambu.


          Berikut ini adalah beberapa kerajinan dari bambu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan masyarakat mandiri ekonomi di Desa Pulorejo Kabupaten Pa ti:
   
     
 
          Tujuan Ditulisnya Essay ini yaitu untuk memenuhi tugas dari KIME (Komunitas Ilmiah Mahasiswa Ekonomi) Selain itu juga untuk memberikan wawasan serta membujuk masyarakat khusunya di Desa Pulorejo Kabupaten Pati agar dapat memanfaatkan bambu dengan mengubahnya menjadi barang kerajinan yang unik yang tentunya memiliki nilai ekonomi, pemanfaatan bambu menjadi barang kerajinan ini tentunya dapat dikembangkan sehingga akan memberikan feed back yang baik untuk memperbaiki keadaan ekonomi yang ada di Desa Pulorejo pada khusunya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

          Adapun metode yang digunakan penulis untuk menyusun essay ini adalah dengan metode persuasif, yaitu dengan membujuk pembaca yaitu khusunya masyarakat Desa Pulorejo Kabupaten Pati agar tertarik dengan potensi bambu yang melimpah ini. Karena pada dasarnya Indonesia memiliki kekayaan yang sudah seyogyanya dimanfaatkan dengan baik guna mendorong atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah dengan pemanfaatan bambu menjadi aneka barang kerjinan yang unik dan bernilai jual.

          Pihak-pihak yang terlibat dalam penerapan essay diatas adalah masyarakat Desa Pulorejo Kabupaten Pati, Kepala desa setempat dan beberapa perangkat desa.

          Metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada masyarakat setempat tentang cara atau langkah-langkah pembuatan kerajinan dari bambu. Kemudian praktek pembuatan kerajinan bambu. Kemudian penulis akan melakukan tinjauan kembali kepada masyarakat setelah 2 bulan pensosialisasian .

          Dari pemaparan diatas, masalah yang seharusnya dituntaskan untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang ada di Indonesia adalah tentang bagaimana menangani pengangguran dengan pemanfaatan sesuatu yang ada di lingkungan sekitar, contohnya adalah pemanfaatan bambu di Desa Pulorejo Kabupaten Pati sebagai desa sentra bambu menjadi berbagai kerajinan yang unik dan bernilai ekonomi. Karena pada dasarnya peningkatan pendapatan masyarakat akan meningkatkan pendapatan negara.

Saran untuk generasi muda Indonesia adalah jangan pernah berhenti memunculkan inovasi –inovasi baru yang mampu mengatasi berbagai permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat. Salah satunya adalah pemanfaatan bambu untuk pembuatan kerajinan yang unik dan cantik guna meningkatkan penghasilan masyarakat sekitar, khususnya desa Pulorejo Kabupaten Pati.





DAFTAR PUSTAKA

Pemanfaatan Bambu http://journal.ipb.ac.id/index.php/jmo/article/view/14158 Diambil hari sabtu tanggal 18 November 2017
Kerajinan tangan https://jurnal.ugm.ac.id/jae/article/viewFile/17271/11262 Diambil hari sabtu tanggal 18 November 2017















Tidak ada komentar:

Posting Komentar